Penyakit Stroke

Posted on

Ilustrasi Penyakit Stroke
ObatStroke.co – Stroke adalah keadaan dimana terjadi kerusakan di bagian otak, yang disebabkan terganggunya aliran darah. Stroke ini dapat menimbulkan hilangnya fungsi dari bagian tubuh yang dikontrol oleh bagian otak yang rusak. Pada umumnya stroke jarang mengenai orang yang usianya di bawah 60 tahun, tetapi akan meningkat setelah usia tersebut.

Stroke merupakan keadaan darurat medis dan membutuhkan diagnosis medis. Stroke selalu memerlukan uji atau pencitraan laboratorium untuk memastikan sakit yang diderita adalah penyakit stroke. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tetapi dengan perawatan tertentu dapat membantu mengurangi atau meminimalkan terserangnya kondisi dimana suplai darah terganggu pada bagian otak.

 

Jenis Penyakit Stroke

Jenis penyakit stroke

Stroke dari penyebabnya dibagi menjadi dua yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik.

  1. Stroke Iskemik terjadi jika pasokan darah berhenti akibat gumpalan darah dan
  2. Stroke Hemoragik terjadi jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah.

Selain jenis stroke diatas ada TIA (Transient Ischemic Attack) atau stroke ringan. TIA terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan sesaat yang biasanya diawali dengan gejala pusing, penglihatan ganda, tubuh secara mendadak terasa lemas, dan sulit bicara.

Walaupun gangguan sesaat, tetap harus ditangani secara cepat dan serius. Hal tersebut biasanya peringatan akan datangnya serangan stroke yang lebih berat.

 

Gejala Penyakit Stroke

Gejala-gejala stroke

Gejala atau tanda-tanda terserang stroke dapat dilihat dari fisik penderita penyakit stroke seperti:

  • Nyeri kepala yang hebat, dizziness, bingung, tidak sadar
  • Gangguan penglihatan
  • Kelemahan anggota gerak/tubuh, rasa kesemutan di muka, lengan, atau kaki pada sebelah tubuh
  • Bicara pelo atau sulit bicara, sulit mengerti pembicaraan orang lain
  • Hilangnya fungsi kontrol vegetatif

Selain tanda-tanda di atas umumnya penderita penyakit stroke akan mengalami afasia reseptif, gerakan cepat di luar kendali, kebingungan mental, kesulitan menelan.

Jika mendapati salah satu atau beberapa tanda-tanda tersebut segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk segera ditangani secara medis serta mengurangi resiko penyakit stroke yang lebih berat.

 

Faktor Resiko Penyebab Stroke

Faktor resiko penyebab stroke

Dari hasil penelitian akhir-akhir ini stroke diperkirakan mengenai 600.000 orang/tahun. Meskipun insidensi stroke meningkat sejak tahun 1988 hingga 1998, angka kematian akibat stroke menurun hingga 15%. Dari data ini didapatkan bahwa usia merupakan salah satu faktor resiko mayor untuk stroke dan secara umum, orang-orang yang terkena stroke biasanya mempunyai lebih dari satu macam faktor resiko.

  1. Usia. Usia tua merupakan faktor resiko untuk stroke, terutama bila disertai dengan tekanan darah tinggi, kegemukan, merokok atau diabetes. Usia tua juga berhubungan dengan post-stroke demensia. Stroke juga dapat mengenai orang dengan usia muda. Sekitar 28% penderita stroke mengenai usia di bawah 65 tahun.
  2. Jenis Kelamin. Stroke dapat mengenai pria maupun wanita, tetapi dari beberapa grup usia didapatkan bahwa pria lebih banyak dibanding wanita. Wanita lebih beresiko untuk stroke perdarahan dibanding pria.
  3. Etnis. Dari hasil penelitian, beberapa ras yang mempunyai resiko tinggi terhadap stroke seperti orang Amerika, Hispanik, dan Afrikan-Amerikan. Juga pada orang-orang Asian-Amerikan. Pada orang-orang Afrikan-Amerikan mempunyai resiko 2-3 kali lebih tinggi terkena stroke disbanding dengan orang-orang kaukasian, dan mempunyai angka kematian akibat stroke 4 kali lebih tinggi.
  4. Penyakit Jantung. Penyakit jantung dan stroke sangat berhubungan, karena penderita dengan salah satu kondisi sering mempunyai faktor resiko untuk yang lainnya seperti darah tinggi, atheroskerosis, dan DM Resiko untuk timbulnya stroke bertambah selama prosedur operasi termasuk arteri koroner. Berberapa obat-obatan yang dipakai untuk terapi penyakit jantung dapat meningkatkan resiko untuk stroke perdarahan. Serangan jantung sendiri meningkatkan resiko untuk stroke.
  5. Hipertensi. Hipertensi merupakan faktor resiko penting dalam stroke. Sekitar 70% penderita stroke disebabkan oleh hipertensi. Dari penelitian didapatkan sekitar 40% stroke dapat dihindarkan dengan mengontrol hipertensi. Terdapat 2 macam hipertensi yang dapat menimbulkan stroke secara tersendiri :
  6. Tekanan sistolik. Untuk menilai kontraksi jantung dalam memompakan darah. Bukti menunjukkan peningkatan tekanan sistolik akan berbahaya terhadap angka kejadian penyakit jantung dan stroke, walaupun tekanan Diastolic normal
  7. Tekanan diastolik. Untuk mengukur keadaan saat jantung relaks saat jantung terisi darah. Abnormalitas tekanan darah diastolik ini juga merupakan faktor resiko untuk stroke dan penyakit jantung. Stroke dapat pula disebabkan karena tekanan darah yang terlampau rendah sehingga oksigenasi ke otak tidak mencukupi sehingga menimbulkan kerusakan otak. Beberapa penyakit jantung yang mengenai irama jantung dapat menimbulkan gumpalan darah yang kemudian terdorong ke pembuluh darah otak dapat menimbulkan penyumbatan di otak.
  8. Merokok. Orang-orang yang mempunyai kebiasaan merokok dengan jumlah 1 pak per hari mempunyai resiko untuk stroke hingga 2-2,5 kali dibanding dengan orang bukan perokok. Merokok meningkatkan resiko baik untuk stroke perdarahan maupun sumbatan, dan resiko ini akan tetap berlangsung hingga 14 tahun setelah berhenti merokok.
  9. Kencing manis (DM). Kencing manis merupakan faktor resiko yg kuat untuk timbulnya stroke, mungkin hal ini disebabkan karena komplikasi dari DM itu sendiri seperti atherosclerosis & hipertensi yg juga merupakan faktor resiko untuk stroke.
  10. Obesitas. Obesitas dapat meningkatkan resiko stroke baik perdarahan maupun sumbatan, tergantung pada factor resiko lainnya yang ikut menyertainya.
  11. Kolesterol dan Lemak lainnya. Meskipun keseimbangan lemak menegang pengaruh penting pada penyakit jantung, hal ini kurang begitu jelas pengaruhnya terhadap stroke. HDL (lemak baik) merupakan lemak yang penting dalam mencegah stroke sumbatan maupun perdarahan. Sedangkan tingkat LDL (lemak jahat) masih kurang jelas pada stroke. Dari salah satu penelitian dikatakan tingkat cholesterol total yang menimbulkan resiko untuk stroke adalah 280 mg/dl.
  12. Penyalahgunaan obat. Penyalahgunaan obat, terutama kokain dan methamphetamine, merupakan faktor resiko yang kuat untuk stroke terutama pada usia muda. Begitu pula steroid yang digunakan untuk body building dapat meningkatkan resiko stroke.
    Genetik. Genetik merupakan salah satu factor yang ikut bertanggung jawab terhadap stroke. Diperkirakan 7-20% kasus-kasus perdarahan subarchnoid dikarenakan factor genetic. Beberapa factor genetik masih dalam penyelidikan seperti : kekurangan protein S dan C, yang dapat menghambat penggumpalan darah, diperkirakan bertanggung jawab pada kasus-kasus stroke usia muda.
  13. Faktor Emosi dan Mental. Stress, dikatakan bahwa seseorang yang mengalami situasi stress yang berat mempunyai resiko lebih tinggi untuk timbul stroke. Tingginya tingkat stress dapat menimbulkan tekanan darah. Depresi juga mempunyai hubungan dengan resiko stroke.
  14. Migren. Penderita migren mempunyai resiko untuk stroke baik pada pria maupun wanita, terutama usia di bawah 50 tahun. 1,8 & hingga 3% dari stroke sumbatan terjadi pada orang-orang yang menderita migren.
  15. Infeksi dan Inflamasi. Inflamasi yg dapat terjadi oleh infeksi, diketahui mempunyai hubungan dgn stroke. Terutama infeksi untuk saluran nafas bagian atas.
    Kondisi fisik dan medis lainnya.

Sejumlah kondisi medis & fisik lainnya yang juga berhubungan dengan stroke seperti:

  • Sleep apnea. Keadaan ini sering terjadi dimana tenggorokan tersumbat selama tidur, dengan adanya penyempitan arteri karotis, terlihat meningkatkan resiko untuk stroke 3-6 kali lipat.
  • Kehamilan. Kehamilan sedikit meningkatkan resiko stroke, terutama pada wanita hamil yang disertai darah tinggi dan melahirkan secara operatif. Resiko ini meningkat saat setelah lahir karena mungkin disebabkan perubahan sirkulasi segera setelah melahirkan.
  • Anti-fosfolipid antibody. Hampir 40% penderita stroke usia muda dan 10% dari keseluruhan penderita stroke terdapat sistem komponen imun yang disebut Anti-fosfolipid antibody yang dapat meningkatkan timbulnya sumbatan.
  • Sickle cell disease. Penderita sickle cell disease mempunyai resiko stroke pada usia muda.

 

Diagnosis stroke

Stroke umumnya didiagnosis melalui tes fisik, serta melalui foto atau pencitraan otak. Pengambilan foto otak gunanya untuk menentukan apakah stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah, adanya risiko serangan stroke iskemik, bagian otak mana yang terserang, dan seberapa parah stroke tersebut.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa penyebab stroke dengan memeriksa detak jantung, mengukur tekanan darah, dan melakukan tes darah untuk mengetahui tingkat kolesterol dan glukosa penderita.

Setiap jenis stroke membutuhkan penanganan berbeda. Pengobatan akan lebih mudah jika ditunjang dengan diagnosis yang cepat.

Beberapa tes dan cara diagnosis untuk mendeteksi penyakit stroke yang diderita antara lain

  • Diagnosis stroke dengan menggunakan CT scan dan MRI scan
  • Tes darah untuk menunjang diagnosis
  • Tes menelan untuk mencegah infeksi paru-paru
  • Tes jantung dan pembuluh darah
  • Diagnosis stroke dengan Echocardiogram
  • Diagnosis stroke dengan Ultrasound atau ultrasonografi karotis
  • Diagnosis stroke dengan Angiografi kateter

 

Penanganan stroke

Stroke dapat diatasi dengan penanganan yang benar dan tepat sehingga resiko kematian atau cacat permanen dapat dikurangi. Berikut Diagram Periode Emas Penanganan Stroke yang disampaikan oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI melalui twitter resminya.

 

 

Perawatan dan pengobatan stroke

Pengobatan stroke terdiri dari pengencer darah. Penanganan dini dengan obat-obatan seperti tPA (penghancur gumpalan darah) dapat meminimalkan kerusakan otak. Pengobatan lain berfokus dalam membatasi komplikasi dan mencegah stroke lainnya.

Obat stroke
Macam-macam obat yang digunakan untuk mengurangi dampak dari penyakit stroke antara lain

  • Alteplase, Memecah gumpalan yang menghalangi aliran normal darah di pembuluh darah.
  • Pengencer darah, Membantu mencegah terbentuknya pembekuan darah atau membantu melarutkan pembekuan yang ada.
  • Statin, Mengurangi produksi kolesterol berbahaya di hati.
  • Obat anti darah tinggi, Menurunkan tekanan darah.
  • Penghambat enzim konversi angiotensin, Melemaskan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, dan mencegah kerusakan ginjal yang berhubungan dengan diabetes.

Perawatan pendukung penyakit stroke
Pemantauan jantung, Menggunakan alat elektronik untuk memantau denyut dan irama jantung. Dapat dilakukan di rumah sakit atau di rumah.

Pengobatan stroke dengan cara bedah
Endarterektomi karotis, Operasi pengangkatan plak yang menumpuk di arteri karotis, yang berada di leher.

 

Terapi stroke

  • Terapi berbicara, Spesialis rehabilitasi suara.
  • Rehabilitasi, Melatih kembali jalur otak untuk meningkatkan fungsi mental dan fisik setelah penyakit atau cedera. Misalnya, setelah pukulan ke kepala (gegar otak).
  • Terapi kerja, Meningkatkan kualitas hidup sehari-hari dan keterampilan kerja pasien.
  • Rehabilitasi stroke, Kembali mempelajari keterampilan yang hilang ketika otak rusak karena stroke. Misalnya, cara berjalan dan berbicara.
  • Terapi fisik, Mengembalikan kekuatan otot dan fungsi melalui latihan.

 

Pencegahan stroke

Cara terbaik mencegah stroke adalah dengan berolahraga secara teratur, makan makanan bergizi dan sehat, tidak mengonsumsi minuman keras secara berlebihan, tidak merokok, dan hindari atau atasi stres. Selain itu apabila Anda menderita penyakit yang bisa memicu stroke seperti diabetes, fibrilasi atrium di mana jantung berdetak secara tidak normal (aritmia), hipertensi atau tekanan darah tinggi, serta gangguan tidur yang disebut sleep apne, kontrol dan obati seluruh kondisi tersebut dengan baik.

 

Penanganan Spesialis Stroke

Spesialis yang berkaitan dengan pengobatan dan perawatan penyakit stroke

  • Ahli Syaraf, Mengobati gangguan sistem saraf.
  • Dokter rawat kritis, Memantau dan mengobati orang yang memerlukan perawatan intensif.
  • Pengobatan fisik dan rehabilitasi, Mengembalikan fungsi dan kualitas hidup untuk penderita cacat fisik.
  • Ahli Bedah Saraf, Spesialis gangguan sistem saraf.
  • Penyedia perawatan primer (PCP), Mencegah, mendiagnosis, dan mengobati penyakit.
  • Dokter pengobatan darurat, Mengobati pasien di bagian darurat.

 

Komplikasi stroke

Stroke dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan lainnya atau komplikasi, dan sebagian besar komplikasi tersebut dapat membahayakan nyawa si penderita.

Selain kematian, komplikasi stroke meliputi:

  • Aritmia (detak jantung tidak beraturan) dan infark miokardial (kematian sel-sel jantung)
  • Pneumonia dan edema paru
  • Disfagia (kesulitan menelan) dan aspirasi
  • Trombosis vena
  • Infeksi saluran kencing, tidak dapat menahan kencing (inkontinensia urine), dan tidak dapat melakukan kegiatan seksual (disfungsi seksual)
  • Perdarahan di saluran cerna
  • Mudah jatuh sehingga mengalami patah tulang
  • Depresi

 

Solusi penyakit stroke

Selain melakukan pencegahan dengan cara hidup sehat dan teratur, penyakit stroke dapat dicegah dengan mengkonsumsi obat herbal yang berfungsi sebagai pengencer darah serta menurunkan tekanan darah.

Obat herbal salah satu solusi yang dapat ditempuh untuk mencegah dan mengobati stroke.

 

Jangan anggap remeh stroke, mulai hidup sehat, kenali gejalanya segera minta bantuan medis untuk mengurangi resiko kematian dan kecacatan permanen.